Teruntuk kamu

11:59 PM



Teruntuk kamu wanita yang seribu ceritanya aku suka, namun tak ku tahui hatinya tuk siapa, hi! aku ingin kembali menyapamu.

Tak terasa gadis maba itu sekarang sudah menjadi seorang yang menentukan nasib begitu banyak orang. Tepat seperti dugaanku, ia menduduki puncak sebuah perjuangan. Bahasa lainnya, sebuah puncak eksistensi: dielu-elukan dan menjadi dambaan insan perkuliahan. Pun, aku menyadari tidak ada yang lebih indah daripada berjuang bersama, berjalan mewujudkan cita dan harapan hingga sampai puncak menggapai asa. Bersama pilihanmu, tentunya kau kini sungguh layak tuk bereforia.

Katanya, “tiap orang ada masanya, tiap masa ada orangnya, tiap masa berbeda rasanya dan tiap orang pun berbeda pandangannya”. Aku setuju dengan rasa dan pandangan yang berbeda. Bagiku jua, perasaan dan pandangan emang selayaknya akan terus berubah, membentuk orang dan kemudian membuatnya berjaya pada suatu masa.

Dulu aku mengira perasaan dan pandangan layaknya bilangan eksponensial: bergerak maju, naik  pada suatu garis lurus. Namun ternyata bukan. Selayaknya pemrograman komputer, basis biner bisa berubah begitu saja ke hexadecimal. Bahasa yang pernah terucap dalam pascal, seolah tak berarti karena masanya telah berganti. Kini kau sedang asik berhegemoni dengan ayat ayat cinta yang kau tulis dalam java. Walaupun kau tetap komputer yang sama, bagaimana pun juga, kamu telah memilih basis bahasa yang berbeda.

Tahun tahun boleh berganti, namun jejak langkah takkan berubah. Cerita tentang masa lalu kan abadi. Sebagaimana pun kau berusaha bertidak seperti segala sesuatunya tak pernah terjadi, itu takkan merubah apapun.

Dan kini setelah sekian musim berganti, aku ingin bertanya dalam hati: “Benar berbahagiakah kamu kini?”

Selamat Ulang Tahun.

Bogor, 25 Agustus 2019

You Might Also Like

0 comments

Terimakasih telah berkunjung. Semoga hari anda menyenangkan. Salam hangat,